Analisis isi lazimnya disebut sebagai sebuah metode kuantitatif karena melibatkan penghitungan dan penjumlahan fenomena. Namun, ia juga dapat digunakan untuk mendukung kajian-kajian mengenai sesuatu yang sifatnya lebih ”kualititatif” dalam penelitian kualitatif. Salah satu keuntungan analisis isi adalah ia memungkinkan untuk menghasilkan fakta-fakta dan angka-angka yang dapat digunakan sebagai bukti argumen kita. Kita bisa menghitung jumlah [...]
Pada dasarnya, analisis framing atau analisis bingkai merupakan versi terbaru dari pendekatan analisis wacana, khususnya untuk menganalisis teks media. Gagasan mengenai framing, pertama kali dilontarkan oleh Beterson tahun 1955. Mulanya, frame dimaknai sebagai stuktur konseptual atau perangkat kepercayaan yang mengorganisir pandangan politik, kebijakan, dan wacana, serta yang menyediakan kategori-kategori standar untuk mengapresiasi realitas. Konsep ini [...]
Metodologi yang digunakan dalam analisis semiotika adalah interpretatif. Secara metodologis, kritisme yang terkandung dalam teori-teori interpretatif -utamanya hermeneutika- menyebabkan cara berpikir mazhab kritis (Frankfrut School) terbawa juga dalam kajian semiotik ini. Sesuai dengan paradigma kritis, analisis semiotik bersifat kualitatif. Jenis penelitian ini memberi peluang yang besar bagi dibuatnya interprestasi-interprestasi alternatif. Seperti halnya dalam analisis wacana, [...]