the study of culture, media, politics and business
Dengan alasan gedung yang sekarang tidak lagi representatif, DPR rencananya akan membangun gedung baru yang fasilitasnya lebih lengkap dan cenderung mewah. Gedung DPR yang baru itu dikabarkan akan menghabiskan dana sekitar Rp 1,16 Triliun. Namun, mimpi manis anggota DPR itu tampaknya terganggu, karena rencana yang ternyata belum matang itu keburu terendus oleh publik. Alhasil kini pimpinan-pimpinan di DPR tampak sibuk mengklarifikasi soal tersebut, ditengah hujatan dari berbagai elemen masyarakat. Seakan cuci tangan bahwa yang bersangkutan tidak terlibat dengan rencana tersebut. Omong kosong, masa pimpinan-pimpinan sampai tidak tahu.
Sungguh menyakitkan, ditengah bangsa ini sedang marah atas kelakuan Malaysia yang semakin melecehkan Indonesia, wakil-wakil rakyat di DPR malah asyik dengan ide-ide sintingnya untuk melengkapi gedung baru nanti dengan fasilitas seperti tempat peristirahatan (kamar tidur bagi anggota DPR yang bermalam), Spa, pijat, fitness dan bahkan kolam renang. Read more
Inilah sikap Pemerintah Indonesia terkait hubungan Indonesia dan Malaysia yang semakin memanas akhir-akhir ini, yang disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato kenegaraan pada Rabu 1 September 2010 bertempat di Mabes TNI. Seperti yang kita tahu, hubungan Indonesia-Malaysia kembali memanas pasca penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKL) Indonesia oleh Polisi Malaysia di Perairan Pulau Bintan 13 Agustus 2010 lalu.
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa jalur diplomasi adalah yang akan dipakai oleh Indonesia dalam menyelasaikan insiden penangkapan 3 petugas KKL dan batas wilayah Indonesia – Malaysia secara umum. Aspek-aspek seperti kerjasama ekonomi, TKI, hubungan sejarah dan kekerabatan menjadi alasan SBY menggutamakan jalur diplomasi. Read more
Banci Tapi Rendong itulah title video klip amatir yang kini beredar luas di Gorontalo melalui ponsel. Video yang berdurasi 40 detik ini menampilkan pria bernama Faisal Rex. Faisal dalam video ini tampil habis-habisan dengan gaya banci, sehingga membuat kelucuan atau kekocakan tersendiri. Banci Tapi Rendong sendiri adalah plesetan dari lagu Benci Tapi Rindu yang dipopulerkan pertama kali oleh penyanyi senior Diana Nasution.
Video Banci Tapi Rendong ini tampaknya ingin mengikuti jejak Video Lipsync Keong Racun Jojo Sinta yang menghebohkan beberapa waktu lalu. Bedanya, jika Keong Racun Sinta Jojo diedarkan melalui Youtobe, Video Klip Banci Tapi Rendong ini diedarkan pertama kali dari ponsel ke ponsel, mengingat durasinya yang pendek dan sizenya yang kecil, sehingga tidak sulit untuk di transfer atau di download. Read more
Jrengg.. ini adalah puisi cinta yang mudah-mudahan tidak gombal dan lebay. Sebuah puisi berjudul Engkau Adalah atau Arti Dirimu Untukku atau .. apalah judulnya bisa anda berikan sendiri, karena saya juga kesulitan membuat judulnya. Sebenarnya, saya tidak mau membuatkkan judul untuk puisi cinta ini, karena saya tidak mau judul itu akan mengarahkan puisi ini hanya dalam 1 dan 2 makna yang sempit. Saya ingin membiarkan puisi cinta ini liar dalam makna yang dibawanya.
Puisi cinta atau sajak cinta ini saya buat pada tahun 2003 lalu. Hmm, berarti 7 tahun yang lalu. Apakah puisi ini romantis? Tentu anda yang bisa menilainya.. Karena situasi dan kondisi juga yang akan menentukan sebuah puisi cinta menjadi romantis atau tidak. Read more
Ganyang Malaysia! Perang dengan Malaysia! Itulah seruan banyak rakyat Indonesia kini ketika Malaysia terus melecehkan Indonesia. Lalu, jika pun terjadi perang, memang seperti apa perbandingan kekuatan militer antara Malaysia dan Indonesia sebenarnya, dari peta politik, strategi, jumlah prajurit hingga peralatan perang (alustista)?
Berdasarkan data yang pelajari, salah satunya pada Buku Pertahanan Negara dan Postur TNI Ideal hasil riset Connie Rahakundini Bakrie, kekuatan militer Indonesia untuk ukuran Asia Pasifik memang masih kalah dibanding Amerika Serikat dan Cina, namun untuk di Asia Tenggara, Indonesia dan Singapura menjadi yang terbaik dari postur militer idealnya (dilihat dari perbandingan kekuatan militer dengan jumlah penduduk dan luas wilayah). Jadi, sebenarnya dari data statistik (jumlah prajurit dan alustista) Indonesia lebih unggul di banding Malaysia. Read more