Perspective Category

Dunia Tanpa Pisang

In: Perspective

Tahukah anda, kenapa monyet suka makan pisang? Ternyata monyet tahu, bahwa pisang mengandung tiga gula alami – sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Menurut penelitian, 2 buah pisang dapat menghasilkan energi yang mendukung kerja berat selama 90 menit. Jadi, dengan makan pisang, monyet bisa lincah meloncat, menaiki pohon dengan cepat. Itu baru 1 [...]

Dunia Tanpa Tuhan

In: Perspective

Apakah ada dunia tanpa Tuhan? Dan apakah ada Tuhan tanpa dunia? Sebagaimana apakah ada dunia tanpa penciptanya dan sebagaimana apakah ada Tuhan tanpa menciptakan? Jika saja tidak ada Tuhan, maka tentu tidak ada aktivitas menyembah Tuhan. Manusia menjadi manusia tanpa ‘ketakutan’. Tidak ada perbudakan, menjadi mahluk yang tidak menghamba. Tidak ada pengendalian dari kekuatan yang [...]

Dunia Tanpa Kamu

In: Perspective

Dunia tanpa kamu, bagiku tidak lagi semenarik disaat kamu masih di dunia yang sama denganku. Dunia tanpa kamu, bagiku tidak lagi menggairahkan dibandingkan saat kamu mengajari dan memberitahu aku tentang warna-warni dunia, yang tidak melulu soal hitam dan putih. Dunia tanpa kamu kini menjadi dunia yang berbeda bagiku dibanding sebelumnya, sehingga aku harus belajar kembali [...]

Dunia Tanpa Jengkol

In: Perspective

Tahukah anda jika jengkol (jering) berkhasiat untuk mengobati diabetes dan baik untuk kesehatan jantung! Maka, khususnya bagi anda para perokok berat, agar terhindar dari serangan jantung, rajin-rajinlah mengonsumsi jengkol. Hehe… Dan tahukah anda, bahwa jika mengonsumsi jengkol secara berlebihan maka akan menggangu saluran air kencing, menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin. Solusinya, jika anda [...]

Petani Internet di Sawah Online

This blog contains various articles of my personal work on my study of culture, mass media, politics, business, technology, blogging and other things that can be observed.

Ada kalanya sesuatu itu harus dipertanyakan.. ada saatnya memang harus juga diperlihatkan.. dinikmati, lalu dicermati.. setelah itu baru dinilai..


Karawang

Archives