Habibie & Ainun inilah judul buku terbaru karya Mantan Presiden, Bacharuddin Jusuf Habibie. Buku ini berisi kisah dan pengungkapan cinta Seorang Habibie pada almarhumah istrinya yakni Hasri Ainun Habibie yang meninggal 23 Mei 2010 lalu. Buku Habibie & Ainun ini dibuat untuk mencurahkan perasaan Habibie yang mengaku walau pun sudah ikhlas tapi Ia tidak bisa membohongi diri bahwa Ia masih terpukul pasca ditinggalkan Ainun.
Buku kisah cinta Habibie dan Ainun ini bercerita berbagai kisah cinta yang menarik antara Pak Habibie dan Ibu Ainun dalam rentang waktu kebersamaannya dengan sang isteri selama 48 tahun 10 hari hingga maut memisahkan. Dari perkenalannya hingga kesehariannya mengarungi bahtera rumah tangga, dari ceritanya bahwa Ainunlah yang selalu mencukur rambut Habibie hingga puisi cinta dan doa cinta Habibie dan Ainun. “Saya yakin revolusi kehidupan itu telah diatur oleh Allah. Ainun selalu ada di hati saya,” ucap Habibie disela peluncuran buku Habibie dan Aiunun ini di Jakarta 30 November 2010 kemarin.
Pak Habibie yang merupakan tokoh favorit saya ini menikah dengan Ibu Ainun pada tanggal 12 Mei 1962. Ibu Ainun meninggal tepat sepuluh hari setelah mereka merayakan ulang tahun perkawinan ke 48. Sang professor setia disampingnya hingga sang permaisuri menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Ludwig Maximilian University (LMU) Muenchen, Jerman (lihat pada foto)
Buku setebal 335 halaman ini ditulis selama 4 bulan kurang 5 minggu. Habibie mengatakan pembuatan buku ini didasarkan pada kecintaannya terhadap Ainun. Kesedihannya yang mendalam atas kepergian Ainun sempat membuat psikisnya terganggu, maka ide membuat buku ini kemudian muncul untuk mencurahkan perasaannya.
Dalam wawancaranya mengenai buku ini yang saya simak di TV One perkataan Pak Habibie tentang cintanya pada Bu Ainun sungguh menyentuh bagi saya, kisah cinta Pak Habibie yang diantaranya dituangkan dalam buku ini bisa menjadi refleksi atau pelajaran serta inspirasi bagi kita semua, terutama bagi yang ingin belajar bagaimana menjadi suami dan istri yang baik serta bagaimana membangun keluarga ideal terbaik Indonesia.
Sebelum buku Habibie & Ainun, pada tahun 2006 Pak BJ Habibie sudah meluncurkan sebuah buku fenomenal yakni ‘Detik-Detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi’ – buku berisi kisah perjalanan politik Habibie.
Deni Andriana
Kampung Perawan
December 1st, 2010 at 12:21
Sangat mengharukan sekali, sabar ya pak habibi..
mida
December 1st, 2010 at 13:42
Ah, pasangan yang bikin ngiri… Penuh cinta hingga akhir hayat…
Btw, katanya mau ikutan pelatihan Asma Nadia? Aku punya tiket gratisnya lho… ^_^
script facebook
December 1st, 2010 at 15:06
kisah cinta yang indah.. sangat menyentuh
saia jadi teringat seseorang yang jauh disana.. halah
harto
December 1st, 2010 at 15:08
kisah cinta sejati yang patut kita contoh & jarang sekali kita temui di zaman sekarang ini.
Deni Andriana
December 1st, 2010 at 15:15
jaman sekarang godaannya lebih berat kali ya
Kedai Obat
December 1st, 2010 at 17:29
mengharukan kisah pak habibie ini. btw bisa dimana ya buku ini bisa didapet? trims mas..
Tukang Gosip
December 1st, 2010 at 18:40
kisah yg penuh suka dan duka dari sang profesor nomor 1 di tanah airku ini akhirnya jadi buku.
kapan ya aku bisa seperti itu.. hiks
tomo
December 1st, 2010 at 19:50
aha…kisah cinta ini sob aku suka hehe
sangat menentramkan jiwa
lina@happy family
December 1st, 2010 at 20:07
Kisah cinta Pak Habibie dan Ibu Ainun memang patut diteladani… setiap melihat Pak Habibie membacakan buku ini di tv, saya selalu menitikkan air mata…
Cinta mereka sangat indah. Pak Habibie memang disarankan oleh dokternya untuk menulis buku ini, supaya beliau bisa keluar dari ‘deep hole’ karena perasaan kehilangan yang amat sangat…
M A Vip
December 2nd, 2010 at 14:10
waktu meninggalnya Ibu Ainun saya sempat takziyah dan kelihatan Pak Habibie kondisinya tertekan. betapa luar biasa apa yang disebut belahan jiwa itu, ketika ia pergi pengaruhnya begitu hebat.
fahir
December 2nd, 2010 at 14:52
saya sangat kagum dengan kesetiaan pak Habibie
tomi
December 2nd, 2010 at 19:07
pak habibie selalu menangis kalau bercerita mengenai bu ainun.. separuh jiwanya pergi..
tp pak habibie sll tabah..
kampus blog
December 2nd, 2010 at 19:08
itu bukunya berapaan mas?
Urang Lembur
December 3rd, 2010 at 00:45
Pak Habiebie begitu sangat kehilangan teman hidupnya.
Kita harus belajar kepada beliau tentang arti cinta sesungguhnya.
Kakaakin
December 3rd, 2010 at 01:54
Subhanallah… kisah perjalanan cinta yang “hingga akhir menutup mata” banget nih…
Semoga dengan melakukan curhat dalam bentuk tulisan, Pak Habibi tak akan menangis lagi saat mengenang Bu Ainun
nosse cobain
December 3rd, 2010 at 13:36
true love..
Deni Andriana
December 3rd, 2010 at 13:39
@ kampus blog : sekitar 80 rebu bos
ami
December 4th, 2010 at 07:43
Semoga Bpk Habibie dapat meneruskan cita2 di bidang sosial Ibu Ainun. Semoga cinta sejati Bpk kapada Ibu Ainun menjadi contoh, panutan bagi kaum lelaki bagi istri dan keluarganya di Indonesia untuk menghasilkan generasi bangsa yang cinta damai, cerdas berguna bagi bangsa sampai akhir hayat, amin
triyanto
December 10th, 2010 at 22:06
salut buat pak habibie semoga kita sbgai generasi muda,bisa mencontoh apa yg beliau telah lakukkan baik prestasi maupun ahklak beliau. apalagi kecintaan beliau terhadap ibu ainun..patut diacung i 4 jempol.
riska putri
December 19th, 2010 at 16:16
kalau saja ada habibie kedua, ketiga, dan seterusnya ..
Aly Nashir Muhammed
December 22nd, 2010 at 13:13
I Love U Habibie, I Love Habibie Family…
Selamat Jalan Bu Ainun…
vivit
December 22nd, 2010 at 15:56
pak habibie is the best…
Rie
January 12th, 2011 at 09:27
Huaaaa… mau nagis pasti bacanya ya? Mau beli bukunya…
ali
January 15th, 2011 at 12:31
semoga saya seberuntung Prof.Dr.ing Habibi bisa mendapatkan belahan jiwa seperti dr. ainun .
Thoyib
January 26th, 2011 at 10:49
HABIBIE DAN AINUN suri tauladan yng patut di gugu dan ditiru
bahtiar
April 28th, 2011 at 10:45
Habibie tokoh yang patut dicontoh baik dalam percintaan dan karir. Semoga ada Habibie-habibie yang baru
anto
April 29th, 2011 at 23:02
Subhanallah… kisah perjalanan cinta yang “hingga akhir menutup mata” banget nih…
Semoga dengan melakukan curhat dalam bentuk tulisan, Pak Habibi tak akan menangis lagi saat mengenang Bu Ainun
abu ubay
May 26th, 2011 at 13:22
saya mau mencari ibu ainun yang lain…semoga masih ada..!! amien