Jrengg.. ini adalah puisi cinta yang mudah-mudahan tidak gombal dan lebay. Sebuah puisi berjudul Engkau Adalah atau Arti Dirimu Untukku atau .. apalah judulnya bisa anda berikan sendiri, karena saya juga kesulitan membuat judulnya. Sebenarnya, saya tidak mau membuatkkan judul untuk puisi cinta ini, karena saya tidak mau judul itu akan mengarahkan puisi ini hanya dalam 1 dan 2 makna yang sempit. Saya ingin membiarkan puisi cinta ini liar dalam makna yang dibawanya.
Puisi cinta atau sajak cinta ini saya buat pada tahun 2003 lalu. Hmm, berarti 7 tahun yang lalu. Apakah puisi ini romantis? Tentu anda yang bisa menilainya.. Karena situasi dan kondisi juga yang akan menentukan sebuah puisi cinta menjadi romantis atau tidak.
Engkau adalah,
Permata suci diatas beningnya airmata para pecundang
Menyejukan setiap jiwa yang mati dalam mimpinya sendiri
Menghilangkan dahaga anak tikus yang kehausan
Engkau adalah,
Keindahan diatas bunga salju disaat kutub membisu
Menyelaraskan setiap jaman diantara sunyinya malam
Menghapuskan kepenatan mata elang yang kelaparan
Engkau adalah,
Keterbatasan ruang dan waktu
Antara yang putih dan yang hitam
Antara kebaikan dan kejahatan
Antara senyum dan air mata
Antara siang dan malam
Antara hidup dan kematian
Antara aku dan mimpiku
Engkau adalah sesuatu dalam diriku..
Engkau adalah aku
Karawang,14 April 2003
Deni Andriana
Faisal
September 1st, 2010 at 20:37
Mantap kang puisi na…
Faisal
September 1st, 2010 at 20:40
SARASKU
di matamu aku temukan puisi yang mengalir tak henti-henti
seperti telaga yang menyimpan mitos-mitos aneh yang lampau
di atas tikar ini aku meminjam keramat rimbun pohon kersen
dan bahasa riang burung-burung selagi malaikat senja menaburkan
serbuk asihan dan kasmaran yang digunakan sulaiman
mendekatlah sarasku dan pahamilah aku sebagai seniman kolokan
sebab meminangmu dengan sebotol air mineral dan shalat ashar
adalah parodi paling lucu sepanjang sore ini dan biarkan orang-orang
berjingkrak-jingkrakan sambil muntah-muntah menertawakan
peraduan kita, katakan kau takan pernah tidur sepanjang sore ini
daun-daun saling melempar cerita dan di selipkan di pelepah pohon
ranting-ranting menyalurkan bait-bait cinta yang di serap akar kerinduan
alismu sarasku menepis kalimat-kalimat yang mengalun seperti suara
biola tua
inilah aku
sepenggal sajak cinta murahan yang berserakan diantara butiran embun
bersama tubuh kikuk yang mematung dihadapanmu yang tampak bingung
lalu keringat dingin, bau rokok, dan selembar daun kering yang kuremukan
seakan mengesahkan bahwa aku tak karuan
karawang 2007
Mood
September 2nd, 2010 at 03:34
Bagus puisinya, eh sudah lama banget ya dibuatnya.
Deni Andriana
September 2nd, 2010 at 21:06
@ Faisal : beuuhh.. eta mah serem puisina
@ Mood : iya jaman sma, setelah lulus sma tepatnya
tutik arifah
March 11th, 2011 at 14:01
wahhhhhhhhhhhhhhhhh…………………. bagus2 ya [uisi nya