Perundingan Kinabalu antara Indonesia dengan Malaysia yang masing-masing diwakili Menteri Luar Negeri kedua negara, Marty Natalegawa (Indonesia) dan Sri Anifah bin Haji Aman (Malysia) berlangsung pada Senin, 6 September 2010 kemarin. Dalam sebuah pertemuan bertajuk joint commission for bilateral cooperation (JCBC) di Kinabalu Malaysia. JCBC sendiri merupakan pertemuan rurin yang dilakukan kedua menteri dan menjadi sorotan ketika isu utama yang menjadi titik fokus adalah terkait konflik Indonesia VS Malaysia terkait penangkapan Petugas Kelautan Indonesia oleh Polisi Malaysia 13 Agustus 2010 lalu.
Hampir semua rakyat Indonesia berharap pasca Pidato Presiden SBY yang mengecewakan pada 1 September 2010 kemarin, Indonesia dapat mengambil peranan penting dalam petemuan ini, menunjukan kewibawaan Indonesia sebagai bangsa yang besar yang TIDAK BOLEH dilecehkan oleh negara lain apalagi oleh negeri kecil bernama Malaysia, terlebih pada masalah kedaulatan. Namun, selepas petemuan usai, kita baru tahu ternyata Pemerintah RI masih saja belum bisa mewujudkannya. Indonesia khususnya dalam pertemuan Kinabalu (JCBC) masih kalah greret dibanding Malaysia.
Berikut Hasil Lengkap Pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) di Kinabalu Malaysia, Senin 6 September 2010:
(Poin-poin hasil pertemuan itu saya kutip dari Kompas.com dan Metrotvnews.com)
Dilihat dari poin dan statmen dari Melu Malaysia, Malaysia sama sekali tidak merasa bersalah atas penangkapan petugas kelautan Indonesia yang sedang beroperasi diperairan NKRI. Sebaliknya, Indonesia melalui Menlu Marty Natalegawa dalam Perundingan Kinabalu malah terkesan merendah dengan memberi tekanan pada sikap prihatin atas kejadian tersebut. Keprihatin? Padahal harusnya Indonesia marah dan minta mendesak Malaysia minta maaf atau menerima konsekuensi logis dari kesalahan penangkapan tersebut. Tapi ya itulah hasilnya. Menlu Indonesia tampaknya tidak kompeten untuk menjadi delegasi dari Negara dan Bangsa sebesar Indonesia.
Deni Andriana

This blog contains various articles of my personal work on my study of culture, mass media, politics, business, technology, blogging and other things that can be observed.
Ada kalanya sesuatu itu harus dipertanyakan.. ada saatnya memang harus juga diperlihatkan.. dinikmati, lalu dicermati.. setelah itu baru dinilai..

Indra
September 8th, 2010 at 02:27
indonesia lembek ahh….
slam knl bro….
Ka Damar
September 8th, 2010 at 03:58
emang mengecewakan Sob
Blogger Borneo
September 8th, 2010 at 08:40
Itulah bro, kayak anak kecil saja. Anak TK saja bisa berdamai dan saling mengalah, masa pejabat sekelas MENLU tidak bisa “meniru” apa yang dilakukan anak TK tsb. Bener ngga???
Pejuang Sejati
September 8th, 2010 at 09:07
minta maaf kok dipaksa, malaysia jangan dipaksa minta maaf (tidak tulus). kalau mau serius: 1) pembangunan diperbatasan di maksimalkan, semua TKI ditarik utk membangun perbatasan tersebut. 2) dirikan pos-pos TNI beserta batalion2 nya disepanjang perbatasan.3) 50% keuntungan freeport utk pengadaan alutsista TNI (100 pesawat tempur (5 raptor 22), 20 kapal selam, 150 Kapal perang, 1000 tank, pendukung tempur lainnya. pasti Malaysia terkencing2 dan berak2 dalam celana….!!
julicavero
September 8th, 2010 at 11:54
bukan hanya mengecewakan bro..tp perundingan yg sia-sia menurut saya..ga bener tuh
sopian sutisna
September 8th, 2010 at 14:35
Sepenuhnya saya tidak menyalahkan Malaysia, orang2 kitanya yang CUPLES (Culun ++).
Kalau Negara kita mau dianggap lagi oleh Negara2 lain, khususnya oleh negara kecil MALAYSIA :
1. Berantas KORUPSI dengan benar, kalau perlu hukuman MATI.
2. Ubah system pendidikan, sehingga bukan dari kita yang pergi keluar negri untuk belajar, melainkan orang2 luar yang belajar ke INDONESIA.
3. Siapkan lapangan pekerjaan (ambil harta pejabat KORUP untuk dijadikan modal usaha), sehingga tidak ada lagi istilah TKI. atau kalaupun jadi TKI, TKI yang mempunyai harga jual tinggi (kerja di Microsoft misalnya) bukan jadi PRT.
4. masih banyak lagi (gw udah cape).
satu lagi, kalau perlu adanya REFORMASI GENETIKA, bukan reformasi politik.
Halte cinta
September 8th, 2010 at 17:43
Indonesia memang tak punya taring
Apalagi di bawah pemerintahan SBY
Lebih baik rakyat yang bertindak
Ayo ganyang malaysia
bayu
September 8th, 2010 at 22:44
seandainya bung Karno masih hidup, Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat, tak peduli siapun yang berani menghina Indonesia, Ganyaaaanggg…!!!
tapi itu duluuu…
sekarang tak bisa kembali seperti dulu,
begini saja sudah lemah… ayo bangsa Ku, bangkitlah jangan lemahhh…!!!
salam kenal bro goyang….
ajurNA
September 9th, 2010 at 01:57
Sangat mengecewakan bro…… sebenarnya SDA dan SDM indonesia lebih ungguh dibandingkan negara tetangga. tapi pemimpin dan pejabatnya saja yang tidak bisa memanfaatkan semua itu. ayolah para pemimpin janganlah kamu mementingkan perut kamu sendiri…….. kalian menjadi pemimpin karna dipilih bukan dilotre.
didik
September 12th, 2010 at 17:19
sungguh sanggat mengecewakn,
memeng kelihatanya perunding itu hanya menguntungkan malaysia…
bahkan tiada rasa bersalah dri malysiayang telah menginjak harga diri indonesia
wong cerbon
September 12th, 2010 at 20:01
Dari pertama saya memang gak berharap banyak dari perundingan ini, apa sih yang bisa kita andalkan untuk bisa menggertak pemerintah malaysia, ditambah dengan posisi pemerintah kita yang selalu mengalah
dani
December 21st, 2010 at 08:58
halo kawan sebetulnya masalah ini ,bukan mlaysia yang salah ,sekarang ini rakyat indonesia sedang di alihkan fokus dari kurupsi ke permasalan ini .jadi nanti lambat laun ini kes kurupsi akan hilang .serupa hangat hangat tai ayam.terus gempur kurupsi kalau tak ada peningkatan denda 10 kali lipat dari dia kurupsi ,hukum dan di kucilkan dari masarakat.dari visa yang di peroleh oleh indonesia tiap tahun dari tki boleh bangun jembatan sura madu 12 biji ,ini dari malaysia saja belum dari lain negara .jangan jadi orang bodoh ,meskin uang tak apa jangan miskin ilmu .nanti mau perang aja .sdh pandai nak tipu rakyat sendiri .tipu negara lain .coba pikir .tanah subur ,laut banyak ikan ,tanah lus ,orang pandai banyak ,hasil bumi banyak ,apa yang tak ada di indonesia .semua kekayaan itu di kantongi oleh kurupsi .dan skrng tukang kuruptor suru kamu perang pula ,kalau kamu ikut ,jelas jelas orang bodoh kamu .jadilah negara emas di buang ke tai pun tetap emas ,kalau sudah tai di buat rumah emas tetaplah tai ,orang tak mau .emas sama tai kamu mana mau .
dani
December 21st, 2010 at 09:27
satu lagi aku bilangin ,antara emas dan tai .negara arab serumah emas ,orang islam di kasih jelek namanya di seluruh dunia ,sampai ulama tak tau nak jawab apa ,tetapi adakah waktu ibadah haji mekah sepi ,kakbah tak ada orang .allhamdulilah makin ramai orang di seluruh pelosok dunia datang ke mekah.artinya mekah emas.itulah yang saya maksud.jadi jangan alihkan dan persalakan negara lain bila negara sendiri tak maju ,siapa tak mau dengan emas ,semua orang mau ,sama denga siapa yang mau duduk di negara yang maju damai ,sejahterah,semua mau .siapa yang mau duduk jadi rakyat negara pemimpinya kuroptor,maunya perang ,tak mau maju ,semu tak mau .mau pun sudah terpaksa lahir dekat sana .jadi marihlah kita benahi negara indonesia tercinta .gunakan apa yang kita ada .tanah yang subur ,rakyat yang banyak dan pandai ,kekayaan lautnya ,kekayaan hasil tambangnya .kita tak perlu tunjuk tunjuk negara di takuti atau di segani ,kalau kita maju dlm bnyak segi .negara lain tak perlu di suruh pun sudah hormat dan takut.contoh waktu suharto tentara tak perlu perang ,tapi kita di takutin di asian tenggara .