Dengan alasan gedung yang sekarang tidak lagi representatif, DPR rencananya akan membangun gedung baru yang fasilitasnya lebih lengkap dan cenderung mewah. Gedung DPR yang baru itu dikabarkan akan menghabiskan dana sekitar Rp 1,16 Triliun. Namun, mimpi manis anggota DPR itu tampaknya terganggu, karena rencana yang ternyata belum matang itu keburu terendus oleh publik. Alhasil kini pimpinan-pimpinan di DPR tampak sibuk mengklarifikasi soal tersebut, ditengah hujatan dari berbagai elemen masyarakat. Seakan cuci tangan bahwa yang bersangkutan tidak terlibat dengan rencana tersebut. Omong kosong, masa pimpinan-pimpinan sampai tidak tahu.
Sungguh menyakitkan, ditengah bangsa ini sedang marah atas kelakuan Malaysia yang semakin melecehkan Indonesia, wakil-wakil rakyat di DPR malah asyik dengan ide-ide sintingnya untuk melengkapi gedung baru nanti dengan fasilitas seperti tempat peristirahatan (kamar tidur bagi anggota DPR yang bermalam), Spa, pijat, fitness dan bahkan kolam renang.
Ya, kabar itu terlanjur tersebar ke publik dan pimpinan di DPR pun membenarkan bahwa DPR akan membuat gedung baru, direncakanan jika tidak ada hambatan peletakan batu pertamanya akan dilakukan bulan Oktober 2010 nanti atau sehabis lebaran 2010. Walau mereka mengaku tidak tahu detil konsepnya terlebih adanya fasilitas sperti Spa.
Berikut adalah detil rencana dan alasan kenapa DPR butuh gedung baru (alasan versi DPR) :
Alokasi Biaya, Rancangan dan Alasan Pembuatan Gedung Baru DPR
Total biaya pembangunan gedung ini sekitar Rp1.162.202.186.793 (Rp1,162 triliun). Biaya sebesar ini belum termasuk anggaran untuk IT, sistem keamanan dan furniture. Rinciannya:
1. Biaya Konstruksi Fisik Rp1.125.074.721.000
2. Biaya Konsultan Perencana Rp19.126.270.257
3. Biaya Konsultan MK Rp16.876.120.815
4. Biaya Pengelolaan Kegiatan Rp1.125.074.721
Inilah kronologi pembangunan gedung yang menurut aktivis Indonesian Corruption Watch, Febri Hendri, setara dengan 12 ribu gedung sekolah:
Alasan pertama, didasarkan atas perubahan jumlah anggota dewan yang tiap periode bertambah, serta tidak mencukupinya Gedung Nusantara I untuk dapat menampung aktifitas anggota DPR RI.
Kedua, saat ini tiap anggota DPR RI di Gedung Nusantara I menempati ruang seluas ± 32 m2, diisi 1 anggota, 1 sekretaris, dan 2 staf ahli. Kondisi ini dianggap tidak optimal untuk kinerja dewan.
Ketiga, dalam rangka penataan Kompleks DPR, maka BURT menyusun TOR Grand Design Kawasan DPR RI. Pada Tahun 2008, Setjen DPR RI melakukan Lelang untuk Konsutan Review Masterplan, AMDAL, dan Audit Struktur Gedung Nusantara, yang menghasilkan Blok Plan Kawasan DPR/MPR RI (Oktober 2008).
Keempat, pada 2 Februari 2009, PT Virama Karya (Konsultan Masterplan, AMDAL, dan Audit Struktur) memaparkan Blok Plan Kawasan MPR/DPR RI pada Rapat Konsultasi Pimpinan DPR dengan Pimpinan Fraksi serta Pimpinan BURT. Rapat meminta Konsep Blok Plan disempurnakan.
Kelima, pada 18 Mei 2009, diadakan Rapat Dengar Pendapat antara Steering Committee Penataan Ulang dengan IAI, INKINDO dan PT Yodya Karya memutuskan untuk mengadakan lokakarya dalam rangka mendapatkan masukan-masukan mengenai Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI.
Keenam, pada 24-25 Juni 2009 diadakan Lokakarya Penataan Ulang Komplek MPR/DPR/DPD RI dan hasil Penyempurnaan Master Plan telah disampaikan ke BURT.
Ketujuh, dalam rangka penataan Kompleks Kantor DPR RI, maka pada tahun 2008 dilakukan lelang untuk Konsultan Perencana (PT Yodya Karya) dan Manajemen Konstruksi (PT Ciria Jasa), dengan hasil pekerjaan adalah konsep disain Gedung Baru dengan dasar perhitungan berdasar kebutuhan dari 540 orang anggota dewan.
Kedelapan, ruang untuk tiap anggota dewan seluas 64 m2, meliputi 1 anggota dewan, 2 staf ahli, dan 1 asisten pribadi.
Kesembilan, hasil konsep perencanaan adalah Konsep Rancangan Gedung Baru 27 lantai termasuk P dan S dan DED untuk pekerjaan pondasi.
Kesepuluh, pada tahun 2009, dilakukan penyusunan DED Gedung Baru 27 lantai berupa Desain Upper Structure, plat, kolom, balok, dan Core untuk Lt. 1,2 dan 3.
Kesebelas, luas total bangunan tersebut (27 Lt) ± 120.000 m2.
Keduabelas, pada masa bakti Anggota Dewan periode 2009 -2014, ada keinginan penambahan jumlah staf ahli yang semula 2 menjadi 5, serta penambahan fasilitas berupa ruang rapat kecil, kamar istirahat, KM/WC, dan ruang tamu.
Ketigabelas, berdasarkan kebutuhan baru tersebut, perhitungan untuk ruang masing-masing anggota menjadi 7 orang, meliputi 1 anggota dewan, 5 staf ahli, dan 1 asisten pribadi seluas ± 120 m2.
Keempatbelas, perhitungan luas total bangunan berubah dari ±120.000 m2 (27 Lt) menjadi ±161.000 m2 (36 lt). Perhitungan ini tidak bertentangan dengan Master Plan yang telah disusun oleh PT Virama Karya (KDB dan KLB masih memenuhi peraturan DKI).
Sumber : Vivanews.com
Saya hanya ingin mengatakan adalah SINTING jika rencana tersebut benar-benar dilakukan. Bukan berarti DPR tidak harus mendapatkan fasilitas yang lengkap tapi waktu dan situasi saat ini adalah tidak tepat. Menurut saya, DPR bisa saja membangun gedung baru asalkan :
Ya.. ya.. itulah skema gedung baru DPR. Jujur saya sendiri sulit memberikan komentar terlalu banyak karena terlanjur geram. Silahkan teman-teman berikan tanggapan!
Deni Andriana
faisal
September 2nd, 2010 at 17:49
hebat,,,hebat….sekarang kita punya tujuan rekreasi baru untuk berlibur…
faisal
September 2nd, 2010 at 17:52
PETI MATI
kepada markus
semoga engkau mengerti……
Deni Andriana
September 2nd, 2010 at 20:57
mendingan Peti Es kang.. biar nanti diawetkan terus dipajang digedung dpr.. biar nanti anak cucu kita kelak tau
anak smp katro
September 2nd, 2010 at 21:53
entah sampai kapan, hal seperti ini akan selalu terulang.. andai suatu hari nanti jakarta tinggal nama, mungkin bukanlah hal yang luar biasa..
bowo
September 2nd, 2010 at 22:35
pake tempat spa, fitness segala?? nanggung bangun mall aja biar kita bisa shoping sekalian,,,,,
lina@women's perspectives
September 2nd, 2010 at 23:25
Jika para anggota Dewan bisa menunjukkan prestasi yang gemilang….
Jika rakyat bangga dengan wakil2nya….
Elvindinata
September 3rd, 2010 at 01:49
kolam berenang,,,+ hotspotan aja,,,biar tambah santai dan enak tidur tuh DPR,,,,,, aiih,,gak tau apa rakyat menderita,,,,,
sawali tuhusetya
September 3rd, 2010 at 02:55
sungguh, saya ndak bisa mengikuti jalan pikiran para wakil rakyat yang terhormat. uang yang konon bisa digunakan utk memberi makan sekitar 22 juta penduduk miskin, malah lebih suka digunakan utk membangun keglamoran dan kemewahan. bener2 ndak sensitif.
windflowers
September 3rd, 2010 at 07:55
apa ga tambah pada males tuh…? duh…
atanotonogoro
September 3rd, 2010 at 08:10
aku pusing sama DPR huaaa maunya apa sih itu manusia-manusia -,-
emsafrud
September 3rd, 2010 at 12:01
Yach begitulah anggota DPR kita minta jatah dulu baru kerja, padahal gedung yg sekarang aja masih sering buat tidur ketika ada rapat apalagi kalau tambah bagus yach??????
hardi
September 3rd, 2010 at 20:43
enak sekarang DPR,, tuk pemilihan wkil DPR nnti pst mkin bnyak yg brbndong2 tuk jd DPR soalny mnjanjikan..
duit segitu bnyak cuma tuk fasilitasi DPR yg jelas2 kinerjanya buruk banget,,ikut rapat ko tidur, telp2an, bnyak mcam dech gayanya. mending tuch duit buat nambahin budget TNI tuk beli peralatan militer n betulin kendaraan perang yg udah tua,,biar g ada tentara kita yang tewas sebelum berperang hanya karena keadaan pesawat yang udh tua
Bang Ngangan
September 3rd, 2010 at 23:11
makin hari makin ga’ waras
kibagus
September 4th, 2010 at 01:58
kalo dikihat dari design-nya boleh diacungkan jempol..
tapi kalo untuk gedung DPR terlalu mewah…..!
masak gedung kantor ada SPA, kolam renang, pijat, fitness…
ini mau bikin gedung kantor apa bikin HOTEL…!
Harusnya bangunan itu harus disesuaikan dengan fungsinya…!
emangnya anggota DPR kalo datang itu mau mikir rakyat apa mau pijat…???????
jehanzo
September 5th, 2010 at 10:24
tak do’a in banyak makan korban kalo jadi dibangun itu gedung, ngapain dibangun lagi diperbaikikan bisa ndan gak banyak biaya yang di keluarkan, lihat tuh rakyatnya yang di perbatasan, di pedalaman banyak yang butuh duit untuk pembangun kehidapan meraka, lihat lihat lihat apa mata anggota dewan buta picek juling, atau telinganya tuli, berair budek
AyIEe
September 7th, 2010 at 12:54
KeRja ajj Males MaLeSan mAu Dapet FasiliTas BegiTuan..
Kya Dah gk Kebayar Nginep Di hoteL ajj. . Apa jgn” Biar skalian Bisa Cek-in Ma selingkuhannya di kanTor, , dan alasaN ma Istri Dirumah.. Lg Ada Meeting Mendadak. .
wKkwkwkwkwkwkkwkw. . . . .
AyIEe
September 7th, 2010 at 13:17
Semua itu Si BoLeh Boleh Ajj.. Tp Lyat Keadaan Rakyat yg Lg Kritis doNg. . Jgn MenyePelekan RakYat,, RakYat Bisa BerBuat Apa Saja Kalo mereKa sudah Merasa Terdesak dan TertinDas. . coba Tengok Tragedi 2 Mei,, apa mau terjadi seperti itu Lg. .
kalo smua rakyat sudah makmur dan sgala fasilitasnya terpenuhi. . angota Dewan Boleh” saja Membangun geduNg Baru..
ajurNA
September 7th, 2010 at 20:33
wah, Pemimpin berfoya2 rakyat menderita. apakah ini yang dinamakan merdeka……
jasa arsitek
July 23rd, 2011 at 19:11
Gedung baru, Insya Allah kelakuannya juga baru!! Berdoa saja dari sini!! Salam kenal!!