Hari ini adalah hari pertama Ibadah Puasa Ramadhan 2010. Dan malam tadi adalah malam untuk shalat tarawih pertama di bulan puasa ini, setelah sehabis magrib pemerintah secara resmi mengumumkanĀ  1 Ramadhan jatuh pada tanggal 11 Agustus 2010 ini, setelah melihat hilal di berbagai wilayah Indonesia. Saya pun sudah mengucapkan niat untuk menjalankan puasa untuk satu bulan kedepan dan semoga sampai ke Lebaran 2010 dengan rapor yang bagus.

Tarawih yang unik. Pada Rabu 10 Agustus malam kemarin (malam rabu), saya melaksanakan Shalat Tarawih yang tidak biasa. Ceritanya : karena datang telat ke mesjid di kampung saya, maka saya pun tidak kebagian tempat. Mesjid super penuh di malam pertama itu. Ya, seperti tahun-tahun sebelumnya tarawih pertama selalu penuh, malam-malam selanjutnya, mesjid kembali sepi dan akan kembali ramai menjelang akhir Ramadhan, hmm.. semoga tahun ini tidak sama, semoga mesjid selalu penuh sepanjang Ramadhan.

Unik, karena ketika mendapatkan diri tidak kebagian tempat, padahal shalat Isya sudah mau dimulai, akhirnya saya berbincang dengan dua teman saya, kebetulan keduanya adalah lulusan pesantren alias pernah nyantri di pondok, akhirnya mereka mengajak nyari tempat untuk shalat.. tidak hanya untuk Shalat Isya tapi untuk Shalat Taraweh sekaliguis.

Karena mesjid yang lain letaknya cukup jauh dan pastinya makan waktu kalau harus ditempuh dengan jalan kaki, akhirnya kita memutuskan ke mushola yang ada di rumah nenek saya yang letaknya tidak jauh dan memang tidak untuk tarawehan.

Dan tibalah kita di mushola di rumah nenak saya tersebut. Lalu, tidak menunggu lama setelah masuk, kita pun shalat berjamaah, saya menjadi makmum. Kita berjamaah Isya bertiga dan lalu melanjutkan dengan shalat tarawih. Jungkal.. jungkel dengan khusus ditemani nyamuk-nyamuk nakal, karena kebetulan mushola itu dekat kebun. :) – hingga akhirnya 23 rakaat tarawih + witir kita tempuh. Ternyata, kita lebih cepat selesai ketimbang jamaah di mesjid, yang kita tahu lewat pengeras suara bahwa disana masih berlangsung shalat sunat itu. Padahal, mereka mulai lebih dulu. :)

Setelah shalat dan memanjatkan doa, kita bertiga pun diskusi tentang shalat tarawih yang barusan kita laksanakan. Hingga kesimpulannya, menurut kita (terutama berdasarkanĀ  pemahaman 2 teman saya dengan menggunakan berbagai dalil yang mereka tahu berkat hasil nyantrinya di pondok, dalam situasi darurat daripada tidak tarawih, maka tarawih bertiga itu mudah-mudahan syah. Semoga tidak menyimpang.

Pengalaman shalat tarawih diatas bagi saya adalah pengalaman yang unik dan baru. Dan semoga pengalaman baru di malam pertama Ramdhan ini memberi hikmah dan pelajaran khususnya bagi saya pribadi.

Bagaimana dengan pengalaman teman–teman?

Deni Andriana

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1431 H

Komentar via Facebook