Pemblokiran situs-situs porno atau link-link yang mengandung kata kunci tertentu yang dilakukan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo RI) dengan merangkul hampir semua provider internet di Indonesia tentu memberikan effek positif dan negatif.
Positifnya jelas, itu merupakan salah satu usaha untuk meminimalisir akses masyarakat terhadap konten-konten berbau porno. Negatifnya, jika ini dilakukan secara membabi buta, terutama dengan pemblokiran melalui kata kunci atau keyword misalnya seks, porn, dsb, maka terang saja itu tidak elegan, karena tidak semuanya yang berkata kunci seperti itu adalah benar-benar porno.
Itulah salah satu sisi positif dan negatifnya, dan saya tidak mau memperdebatkan wilayah itu, karena akan mengundang tafsir yang sangat luas, termasuk makna dan batasan porno itu sendiri yang masih diperdebatkan. (Lihat : Video Seks ABG dan Pelajar : Bukan Sekedar Film Dokumenter)
Ada wilayah lain yang ingin saya soroti dalam kaitannya dengan pemblokiran situs porno oleh Menkominfo ini. Bagi saya wilayah ini adalah domain utama yang menjadi penyebab dari semakin mengakarnya budaya telanjang di Indonesia, yakni kaitannya dengan keberadaan media-media kuning (non online) baik cetak maupun elektronik, termasuk didalamnya media atau chanel infotaiment.
Kalo Tifatul punya nyali,.. blokir juga tuh infotaiment yang jelas2 jadi ajang ngomongin orang… situs porno lebih baik daripada infotaimen karena stus porno sifatnya lebih pribadi.. dalam konteks tertentu ‘dihalalkan’ bagi pemerintah untuk represif thdp mereka yg berlindung dibalik kebebasan pers..
Itu adalah statment saya yang telah saya sebar diberbagai jejaring pertemanan.
Ya, atas nama demokrasi dan kebebasan pers banyak media masa atau pers yang menerbitkan konten-konten menyimpang, termasuk gosip yang dalam suudut pandang saya (persfektif komunikasi) jelas itu juga adalah pornografi, tepatnya porno dalam bentuk yang lebih rapi. Ngomongin orang secara blak-blakan dengan fitnah menjadi muatannya jelas itu adalah sesuatu yang vulgar dan porno. Ketika masyarakat terus disodori tayangan dan berita gosip, maka effeknya adalah pada mainstream atau pola pikir, dan inilah yang menurut saya lebih berbahaya.
Ya, saya berharap Menkominfo dibawah kepemimpinan Tifatul Sembiring berani memberantas media-media kuning baik cetak maupun elektronik, sebelum fokus ke internet. Karena faktanya jelas, pengakses internet lebih sedikit jumlahnya dibanding penonton televisi, pembaca koran/majalah (walau koran/majalah bekas) maupun radio. Dilihat dari tingkat pendidikan nya, pengakses internet dominan lebih tinggi tingkat pendidikannya (walau 100 % tidak menjamin). Jadi, berdasarkan hal itulah semestinya Tifatul Sembiring yang mendapatkan raport merah dari politisi Senayan beberapa waktu lalu sekarag harus fokus dalam skala prioritas yang tepat.
Tegasnya, menurut saya memerangi pornografi di online dengan musuh tidak jelas dan cenderung bias masih terlalu riskan dilakukan ditengah gerak tumbuh dunia IT dan online yang sedang bergeliat maju saat ini yang sayang jika dikebiri, terlebih pemerintah pun belum punya skema terbaik termasuk membuat polisi online (cyber police). Tapi kalau di dunia offline, seperti koran kuning dsb musuhnya jelas berwujud, dan rata-rata memliki kantor yang bisa dilacak dengan lebih mudah.
Jika kemudian kaitannya dengan pengusaha media dan kepentingan modal, apakah kemudian hal ini yg mungkin membuat Menkominfo maju mundur? Takutkah Menkominfo? Jika ditanya langsung, jawabannya pasti TIDAK TAKUT! Tapi fakta menjawab media kuning dan tayangan abal-abal MASIH dan malah MAKIN MARAK!
Deni Andriana
purno
August 13th, 2010 at 15:42
pertamax
Belajar Optimasi SEo
August 13th, 2010 at 16:36
wah bagus tuh recana dari Menkominfo. Ayo kita dukung.
******Gan, ane mo tanya OBL tuh apa, soalnya ane baru tau. trus caranya ngecek gimana. Sory ane nulis disini, soalnya ane gak tau email agan.*****
Deni Andriana
August 13th, 2010 at 16:54
@ Purno : kayaknya seru ya kang buka bareng blogkar sambil diskusi isu ini.. eh tapi mau buka bareng gak blogkar?
@ Belajar Optimasi : OBL : out bound link jadi nilai/harga sebuah link/backlink bos.. coba ke backlinkwatch.com – taruh link blog si bos disana, ntar bisa tahu darimana aja backlink yg didapat blognya si bos + nilai backlink (OBL) nya
Tembang Lawas
August 13th, 2010 at 19:49
Tukeran link ya Kang, link kang Deni sudah saya pasang di sidebar blog saya, Maaf Kang Deni saya c0mment disini, karena c0mment di bagian link tidak ada, mkasih Kang
lina@women's perspectives
August 13th, 2010 at 20:44
Saya setuju dengan gerakan Menkominfo. Situs non porno yang ikut terblokir kan diberi waktu dan kesempatan untuk ‘komplain’.
Kalo menurut saya, infotainment belum perlu diblokir, tapi perlu ada perbaikan besar2an pada kontennya.
Deni Andriana
August 13th, 2010 at 21:00
@ Tembang Lawas : makasih ya kang.. maaf kemarin kolom komen di page saya tutup.. biar rapi aja..
sekarang linknya sudah dipasang diatas.. salam pertemanan
@ Lina : iya.. kita tentunya berharap pemerintah harus mengambil sikap tegas, kasihan juga kalo ngandalin dewan pers dan KPI doang.. jangan takut disangka mengebiri kebebasan pers..
Type Approval Indonesia
August 13th, 2010 at 23:27
Kalau situs porno di blokir sebenarnya bagus, untuk mengurangi kebejatan moral bangsa…
Tapi sebenarnya situs porno itu menambah pengetahuan lho khususnya yang baru beranjak dewasa
Tapi kalau hanya sekedar nembak keyword yang mengandung kata kunci porno di blokir, saya tidak setuju. Dan penembakan keyword berbau porno biasanya di lakukan oleh para master hanya untuk menarik traffic pengunjung…
Tifatul kalau menurut saya pasti tidak punya nyali untuk memblokir situs infotainment, pasti dia takut…
tomo
August 14th, 2010 at 00:44
aku setuju kawan jika konten porno di blokir
blog ponselhp
Siswa TKJ
August 14th, 2010 at 04:04
Setuju nih…
soalnya situs tersebut menghancurkan akhlak generasi muda bangsa ini…
goyang karawang hebat nih SEO nya..
Warna Tulisan
August 14th, 2010 at 10:19
setuju sahabat, media elektronik (TV) jauh mempunyai peran besar terhadap masyarakat dibanding internet, namun demikian pemblokiran thdp situs porno setuju sejauh dilakukan secara hati2.
purno
August 14th, 2010 at 22:51
untung saya ga mainan 3 gp….jadi setuju aja kang lah
Blogger Karawang
August 14th, 2010 at 22:53
pemerintah selalu terlambat…..biar eksis…pakai taktik memblokir situs porno di bulan ramadhan…kenapa ga dulu2 sebelum kena raport merah
belajar melihat dunia
August 15th, 2010 at 01:39
denger denger kaskus dan detik juga akan di blokir ya sob….busyet,……
Deni Andriana
August 17th, 2010 at 00:48
@ Type Approval Indonesia : hehe betul tuh, hanya nembak keyword bisa mengurangi peluang nyeo ya sob
– mudah2an tifatul gak takut
@ tomo : yup. mari kita dukung dengan tidak menyebarkan konten porno ya bos
@ Siswa TKJ : seo blog ini memang aneh kang
Deni Andriana
August 17th, 2010 at 00:53
@ Warna Tulisan : iya sob, harus ada perhatian serius juga terhadap media elektronik terutam stasiun tv
@ purno : 3gp udah gak jaman ya kang
@ Blogger Karawang : reaksi dari video ariel luna kali
@ belajar melihat dunia : yang saya baca sih kabarnya begitu sob
bayu
December 2nd, 2010 at 05:09
bohong pemerintah…masih banyak situs porno yang belum keblokir…gue barusan buka…padahal keywordnya sex bangat kok ndak keblokir…gmana sih pemerintah
andre wer wer
September 6th, 2011 at 03:17
bagi tante girang yang butuh kehangatan atu sex yang memuaskan..bisa hub saya