Grounded Theory sebagai metode/studi penelitian merupakan studi untuk menghasilkan atau mengembangkan teori. Teori dikembangkan dari situasi-situasi, peristiwa-peristiwa khusus yang berkaitan. Situasi mencakup saat ketika seseorang berinteraksi, melakukan tindakan, atau bereaksi terhadap sebuah fenomena. Itulah yang dijelaskan oleh O.Hasbiansyah, dalam makalah kuliahnya di kelas kualitatif yang saya ikuti 4 tahun yang lalu di Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba.
Berikut adalah paparan lebih lanjut mengenai Grounded Theory
Fokus Penelitian
Apa teori yang dapat menjelaskan pengalaman subjek mengenai suatu fenomena?
Pengumpulan data
Analisis Data
Open coding :
- Pengumpulan data
- Dimensionalisasi
- Pada tahap ini, peneliti harus bolak-balik mengumpulkan data, sehingga data mencapai kondisi “jenuh”, dalam pengertian “seluruh informasi” sudah tergali.
Axial coding :
- Menyusun kembali data dengan cara baru,
- Memfokuskan pada setiap kategori dan melihatnya dalam pangkalan data secara keseluruhan, untuk mengindetifikasi:
Selective coding :
– menjelaskan fenomena sentral secara sistematis dan menghubungkanya dengan kategori-kategori lainnya,
– mengembangkan hipotesis atau proposisi teoretis.
Conditional matrix :
– Mengembangkan potret fenomena secara visual dalam bentuk matrik,
– Mmenjelaskan kondisi sosial, sejarah, ekonomi yang mempengaruhi fenomena yang dikaji tersebut.
– Mengembangkan coding paradigm, yakni memunculkan model teoretis yang menggambarkan hubungan antarkategori itu secara visual.
*) Terimakasih Pak Hasbi atas ilmunya
Deni Andriana

This blog contains various articles of my personal work on my study of culture, mass media, politics, business, technology, blogging and other things that can be observed.
Ada kalanya sesuatu itu harus dipertanyakan.. ada saatnya memang harus juga diperlihatkan.. dinikmati, lalu dicermati.. setelah itu baru dinilai..

idebagusku
June 6th, 2010 at 05:38
hmm, saya masih tak mengerti kang
Deni Andriana
July 30th, 2010 at 06:05
harus sambil praktek bagusnya mah bos