Grounded Theory sebagai metode/studi penelitian merupakan studi untuk menghasilkan atau mengembangkan teori. Teori dikembangkan dari situasi-situasi, peristiwa-peristiwa khusus yang berkaitan. Situasi mencakup saat ketika seseorang berinteraksi, melakukan tindakan, atau bereaksi terhadap sebuah fenomena. Itulah yang dijelaskan oleh O.Hasbiansyah, dalam makalah kuliahnya di kelas kualitatif yang saya ikuti 4 tahun yang lalu di Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba.

Berikut adalah paparan lebih lanjut mengenai Grounded Theory

Fokus Penelitian

Apa teori yang dapat menjelaskan pengalaman subjek mengenai suatu fenomena?

  • Apa saja yang dialami subjek?
  • Apa yang menyebabkan terjadinya pengalaman itu? Mengapa perasaan berkaitan dengan pengalaman itu muncul?
  • Apa strategi yang digunakan subjek untuk menghadapi atau menjalani peristiwa itu?
  • Apa yang terjadi akibat penggunaan strategi tersebut?
  • Apa saja faktor-faktor khusus dan faktor-faktor lebih luas yang mempengaruhi strategi tindakan yanag mereka lakukan?

Pengumpulan data

  • Wawancara dengan 20-30 individu untuk ‘mensaturasikan’ kategori dan memperinci teori.
  • Observasi partisipan
  • Dokumen

Analisis Data

Open coding :

- Pengumpulan data

- Dimensionalisasi

  • Membentuk kategoi-kategori awal ->  segmentasi informasi.
  • Data dipilah-pilah ke dalam sejumlah dimensi.

- Pada tahap ini, peneliti harus bolak-balik mengumpulkan data, sehingga data mencapai kondisi “jenuh”, dalam pengertian “seluruh informasi” sudah tergali.

Axial coding :

- Menyusun kembali data dengan cara baru,

- Memfokuskan pada setiap kategori dan melihatnya dalam pangkalan data secara keseluruhan, untuk mengindetifikasi:

  • apa yang menyebabkan fenomena itu terjadi (causal conditions),
  • apa strategi atau tindakan subjek dalam merespons fenomena itu,
  • konteks dan kondisi apa yang mempengaruhi strategi tadi,
  • apa konsekuensi sebagai akibat strategi itu.
  • peneliti mencari keterkaitan/interkoneksi antarsatu kategori/dimensi dengan kategori/dimensi lainnya.

Selective coding :

–    menjelaskan fenomena sentral secara sistematis dan menghubungkanya dengan kategori-kategori lainnya,

–    mengembangkan hipotesis atau proposisi teoretis.

Conditional matrix :

– Mengembangkan potret fenomena secara visual dalam bentuk matrik,

– Mmenjelaskan kondisi sosial, sejarah, ekonomi yang mempengaruhi fenomena yang dikaji tersebut.

– Mengembangkan coding paradigm, yakni memunculkan model teoretis yang menggambarkan hubungan antarkategori itu secara visual.

*) Terimakasih Pak Hasbi atas ilmunya :)

Deni Andriana

Random Posts