Senin 31 Mei 2010, tentara Zionis Israel menyerang Kapal Mavi Marmara yang mengangkut misi kemanusiaan Freedom Flotilla ke Gaza Palestina. Hingga artikel ini saya tulis, tercatat 19 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.  Rombongan kemanusian ini terdiri dari sembilan kapal dengan berbagai ukuran, mengangkut 10.000 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza dan 750 orang aktivis kemanusiaan dari 50 negara, termasuk dari Indonesia. Tentara Israel menyerbu melalui helikopter setelah sebelumnya mengintai ketat rombongan yang berangkat dari Pelabuhan Antaly Turki ini.

Pada rombongan kemanusiaan ini, terhadapat 12 orang warga Indonesia yang sampai artikel ini saya tulis di blog ini belum diketahui kabarnya, karena seperti yang diberitakan Kompas, ke 12 orang WNI tersebut belum bisa dihubungi, berikut adalah nama-nama WNI dalam misi kemanusiaan tesebut (sumber Kompas.com) :

Dari Mer-C :

  1. Nur Fitri Moeslim Taher (Ketua Tim)
  2. dr Arief Rachman
  3. Abdillah Onim
  4. Nur Ikhwan Abadi
  5. Muhammad Yasin (Jurnalis TV One)

Dari Kispa :

  1. H Ferry Nur (Ketua Kispa)
  2. Muhendri Muchtar (Wakil Ketua Kispa)
  3. Okvianto Baharudin
  4. Hardjito Warno

Dari Sahabat Al Aqsha – Hidayatullah:

  1. Dzikrullah Ramudya
  2. Surya Fahrizal
  3. Santi Soekanto

Tujuan perjalanan ini adalah menembus pengepungan angkatan laut Israel demi mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, kawasan Palestina yang sudah hampir 4 tahun terakhir ini diembargo baik secara militer, politik, dan ekonomi oleh Israel, Amerika Serikat, Mesir dan lain-lain. Embargo itu dikarenakan rakyat Gaza memilih untuk tidak tunduk pada kebijakan penjajah Israel dan menginginkan kemerdekaan sepenuhnya bagi seluruh rakyat dan tanah Palestina yang sejak 63 tahun lalu dijajah Israel (detiknews.com)

Dalam konteks dan alasan apapun, tindakan penyerangan Militer Israel ini tentunya adalah tindakan terkutuk! Terutama Negara-negara yang warganya menjadi korban serangan ramai-ramai menyatakan ‘kutukan’ terhadap serangan ini.

Saya pribadi berharap, tentunya kutuk dan pengecaman ini tidak hanya dibibir dan statmen politik semata, tapi harus dilanjutkan dengan tindakan politik, embargo ekonomi terhadap Israel atau bila perlu tindakan militer terhadap Israel yang jelas-jelas sudah melakukan kejahatan kemanusiaan sejak dulu dimana yang masih hangat dalam ingatan kita adalah serangan terhadap rakyat Palestina beberapa waktu silam!

Deni Andriana

Komentar via Facebook