Bekasi Bersih Partisipasi Blogger, Kata Siapa?Bekasi Bersih Partisipasi Blogger itu adalah sebuah pernyataan, slogan atau bahkan target dan masih berupa cita-cita dari Blogger Bekasi dalam acara Amprokan Blogger 2010 pada 6-7 Maret 2010 Kemarin. Tagline Bekasi Bersih Partisipasi Blogger ini secara faktual membuat saya geli, melihat fakta di lapangan bahwa Bekasi Bersih itu belumlah tercipta. Ok, mungkin itu hanyalah sebuah cita-cita, dimana Bekasi Bersih dengan Partisipasi Blogger didalamnya baru akan terwujud dikemudian hari. Nah untuk yang satu ini, saya pribadi optimis dengan berbagai syarat yang tentunya harus terus dijaga. Mengingat bersih dan kotor adalah bukan suatu yang paten, seiring waktu akan berubah dalam proses.

Sebelumnya saya paparkan dulu tentang acara Amprokan Blogger 2010 kemarin. Temu Blogger dengan skala nasional ini diselenggarakan oleh Blogger Bekasi dengan mengundang blogger dari berbagai daerah di Indonesia, peserta tidak dipungut bayaran. Hasilnya, ratusan blogger dari sekitar 17 provinsi datang ke acara yang disebut-sebut sebagai  mini Pesta Blogger Indonesia ini. Para peserta temu blogger ini selama di Bekasi mengikuti dua bagian acara di dua hari berbeda.

Acara hari pertama kita (para peserta) di ajak jalan-jalan ke objek wisata dan sejarah di Bekasi seperti Monumen Perjuangan Rakyat, UKM Boneka, Tempat Sampah.. eh.. Tempat Pembuangan Sampah dan Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Wilayah Bantar Gebang, Kota Jababeka, Botani Garden, dan nanam pohon disana, terakhir ke Kantor Walikota Bekasi dan rumah dinas Walikota.

Hari kedua, adalah seminar interaktif. Sesi pertama membahas Green Cyber City dan Peran Blogger dengan pembicara Staff Menkominfo Ahmad Mambur (Mewakiki Menkominfo Tifatul Sembiring yang berhalangan hadir), Budi Putra (Blogger Profesional dan Kontributor Yahoo Indonesia) dan Rommi Satria Wahono (Blogger Senior). Sesi kedua membahas mengenai E Government, Blogger dan Pemberdayaan Masyarakat dengan pembicara Nukman Luthfie (Blogger Profesional) dan Dwiyanto, Kepala Kantor PDE Pemkab Sragen.

Kembali ke topik Bekasi Bersih Partisipasi Blogger, Kata Siapa? – Selama di Bekasi saya mendapatkan fakta-fakta yang miris, fakta ini saya temukan terutama dalam perjalanan antara Karawang Bekasi bersama rombongan Blogger Karawang dengan sepeda motor dan ketika diajak jalan-jalan di hari pertama oleh panitia bersama peserta lainnya, berikut hasil temuan saya :

  1. Pembangunan yang membabi buta yang berorientasi ekonomi, terlihat dari banyaknya gedung tinggi, mall, pusat perbelanjaan modern, dsb (paragdigma suksesnya pembangunan diukur dari banyaknya gedung mewah nan tinggi adalah paradigma yang salah dalam pandangan saya)
  2. Pesentase kepadatan penduduk yang tidak berimbang dengan ruang publik / ruang hijau (setiap 1 pohon akan memenuhi kebutuhan oksigen untuk 3 orang, jika berdasarkan hitungan ideal ini maka udara Kota Bekasi tidaklah sehat)
  3. Hilangnya akar budaya lokal yang akan mengakibatkan hilangnya keseimbangan manusia dan alam (budaya pada umumnya lahir atas interaksi manusia dengan alam, bentuknya kemudian bisa berupa tata kota, bentuk rumah dsb, misalnya untuk daerah yang rawan banjir kita pasti menemukan rumah adat (lokal) yang mempunyai pondasi tinggi dsb – di Kota Bekasi saya tidak menemukan itu, jadi wajar saja jika selalu ada berita warga kesulitan menghadapi banjir)
  4. Kondisi sungai yang super memprihatinkan (satu sisi Pemkot Bekasi tampak sedang menggalakan penghijauan dengan penananam pohon, namun disisi lain sungai di Kota Bekasi kotor, berbau dan pastinya mengandung kimia-kimia tidak bersahabat – padahal Bekasi dan sekitarnya adalah wilayah yang lahir dari peradaban sungai, hal inilah yang bergeser)

Itulah 4 poin yang saya amati sekaligus kritisi dari Kota Bekasi dalam kaitannya dengan kebersihan. Setidaknya poin itu menjawab judul artikel ini : Bekasi Bersih Partisipasi Blogger, Kata Siapa? – Kalau kata saya sih ya seperti diatas. Artinya baik bagi Pemkot Bekasi, Blogger Bekasi maupun warga Kota Bekasi umumnya masih mempunyai pekerjaan rumah yang cukup kompleks sebelum memberikan pernyataan Bekasi Bersih. Adapun jika kembali pada konteks bahwa kalimat Bekasi Bersih Partisipasi Blogger adalah sebuah cita-cita maka tentu itu sangat mulia dan bukan tidak mungkin untuk terwujud. Tidak hanya selesai sampai acara Amprokan Blogger, karena saya melihat acara itu hanyalah bagian awal dari proses panjang yang harus dilalui sehingga cita-cita Bekasi Bersih Partisipasi Blogger terwujud.

Lalu seperti apa partisipasi blogger dalam konteks cita-cita ini harusnya? – Kita semua, saya yakin sudah paham dengan kekuatan dan potensi blogger, maka dari itu adalah sebuah pekerjaan atau tanggungjawab bagi Blogger Bekasi khususnya untuk sekup Bekasi, dalam mengawal dan juga memberikan masukan pada pihak terkait, dengan terus mengingatkan, menampilkan fakta-fakta yang faktual dan real. Tidak hanya yang bagus-bagusnya saja tapi juga termasuk kebrobrokan dan kekurangannya.

Dengan kontrol seperti diataslah kemudian nilai dari pergerakan khususnya blogger akan memiliki arti yang significant. Saya yakin teman-teman Blogger Bekasi bukan Humas Pemkot yang harus selalu membagus-baguskan pekerjaan walikota dan aparat pemerintahnya, tapi Blogger Bekasi adalah masyarakat sebagaimana masyarakat pada umumnya yang memiliki sudut pandang yang objektif dan berkepentingan terhadap kemajuan daerahnya.

Itulah yang ingin sampaikan, saya pribadi mendukung cita-cita dan gerakan Bekasi Bersih Partisipasi Blogger yang digalang oleh Blogger Bekasi dan Pemkot Bekasi ini. Dan menjadi pekerjaan rumah yang sama bagi saya di Karawang dan bagi teman-teman blogger lainnya diberbagai daerah di republik tercinta ini untuk mengambil peran yang sama atau bahkan lebih.  Semoga cita-cita dan kolaborasi Bekasi Bersih Partisipasi Blogger tersebut tercapai. Amin…

Di tulisan lain yakni di www.karawanginfo.com saya sempat mengulas tentang Amprokan Blogger 2010 ini, melalui 2 tulisan dengan 2 angle berbeda, diantaranya berjudul Bekasi Bersih Partisipasi Blogger, Karawang Bersih Partisipasi Siapa? dan Mengenal Kota Bekasi Melalui Amprokan Blogger 2010. Sedangkan pada artikel di blog Goyang Karawang ini saya ingin memberikan pandangan atau ulasan dari sudut pandang yang berbeda.

Deni Andriana

Komentar via Facebook