<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Goyang Karawang &#187; desain studi kasus</title>
	<atom:link href="http://goyangkarawang.com/tag/desain-studi-kasus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://goyangkarawang.com</link>
	<description>the study of culture, media, politics and business</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 18:31:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Metode Studi Kasus</title>
		<link>http://goyangkarawang.com/2010/02/metode-studi-kasus/</link>
		<comments>http://goyangkarawang.com/2010/02/metode-studi-kasus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 05:54:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deni Andriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Research Methods]]></category>
		<category><![CDATA[desain kasus tunggal]]></category>
		<category><![CDATA[desain multikasus holistik]]></category>
		<category><![CDATA[desain multikasus terjalin]]></category>
		<category><![CDATA[desain studi kasus]]></category>
		<category><![CDATA[karakteristik penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[robert k. yin]]></category>
		<category><![CDATA[stategi penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goyangkarawang.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Studi Kasus Sebagai Stategi Penelitian Studi kasus, seperti yang dirumuskan Robert K. Yin (2008;1), merupakan sebuah metode yang mengacu pada penelitian yang mempunyai unsur how dan why pada pertanyaan utama penelitiannya dan meneliti masalah-masalah kontemporer (masa kini) serta sedikitnya peluang peneliti dalam mengontrol peritiswa (kasus) yang ditelitinya. Studi kasus merusuatu inkuiri empiris yang menyelidiki fenomena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Studi Kasus Sebagai Stategi Penelitian</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Studi kasus, seperti yang dirumuskan Robert K. Yin (2008;1), merupakan sebuah metode yang mengacu pada penelitian yang mempunyai unsur <em>how </em>dan why pada pertanyaan utama penelitiannya dan meneliti masalah-masalah kontemporer (masa kini) serta sedikitnya peluang peneliti dalam mengontrol peritiswa (kasus) yang ditelitinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Studi kasus merusuatu inkuiri empiris yang menyelidiki fenomena di dalam konteks kehidupan nyata, bilamana batas-batas antara fenomena dan konteks tak tampak dengan tegas, dan dimana multisumber dimanfaatkan. (Yin, 2008:18)</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Studi kasus sendiri, menurut Robert K.Yin dibagi kedalam tiga tipe yakni studi kasus eksplanatoris, eksploratoris dan deskriptif. Ketiga tipe ini berdasarkan kepada jenis dan tujuan dari pertanyaan penelitian.</p>
<p><span id="more-298"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, K. Yin Menjelaskan bahwa studi kasus memungkinkan peneliti untuk mempertahankan karakteristik holistik dan bermakna dari peristiwa-peristiwa kehidupan nyata seperti sirklus kehidupan nyata. Penjelasan ini menjadi landasan bahwa studi kasus memiliki karakteristik penelitian kualitatif dimana adanya latar alamiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Studi kasus memiliki perbedaan dengan strategi penelitian lainnya seperti metode historis ataupun eksperimen. Adapun perbedaannya dapat dilihat pada table dibawah ini:</p>
<p style="text-align: justify;">Perbedaan Studi Kasus dengan Metode Lainnya</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="115" valign="top">Strategi</td>
<td width="168" valign="top">Bentuk pertanyaan penelitian</td>
<td width="156" valign="top">Membutuhkan kontrol terhadap peristiwa</td>
<td width="156" valign="top">Fokus terhadap   peristiwa kontemporer</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="top">Eksperimen   Survei</td>
<td width="168" valign="top">Bagaimana,   mengapa</td>
<td width="156" valign="top">ya</td>
<td width="156" valign="top">ya</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="top">Analisis   Arsip (mis.dlm.std.ekon)</td>
<td width="168" valign="top">Siapa,   apa, dimana, berapa banyak</td>
<td width="156" valign="top">tidak</td>
<td width="156" valign="top">ya</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="top">Histori</td>
<td width="168" valign="top">Bagaimana,   mengapa</td>
<td width="156" valign="top">tidak</td>
<td width="156" valign="top">ya/tidak</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="top">Studi   Kasus</td>
<td width="168" valign="top">Bagaimana,   mengapa</td>
<td width="156" valign="top">tidak</td>
<td width="156" valign="top">ya</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: left;"><em>Sumber: K.Yin (2008:8)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Desain Studi Kasus </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Desain Kasus Tunggal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">K. Yin mengatakan bahwa rasional untuk kasus tunggal adalah bilamana desain studi kasus tunggal bisa dibenarkan dalam kondisi-kondisi sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Kasus tersebut mengetengahkan suatu uji penting tentang teori yang penting</li>
<li>Merupakan suatu peristiwa yang langka atau unik</li>
<li>Bertujuan dengan tujuan penyingkapan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Desain kasus tunggal berdasarkan unit analisisnya dibagi kedalam dua macam, diantaranya :</p>
<ul>
<li>Desain studi kasus tunggal holistik : yaitu jika hanya dalam satu kasus yang diteliti hanya menganalisis sebuah persoalan pokok dimana tidak bisa diindentifikasikan kedalam sub-sub lainnya.</li>
<li>Desain studi kasus tunggal terjalin : menggunakan unit multi analisis</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Desain Multikasus</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Desain multikasus berdasarkan unit analisisnya dibagi kedalam dua macam, diantaranya :</p>
<ul>
<li>Desain Multikasus Holistik : yaitu terdiri dari beberapa kasus namun hanya satu hal yang diteliti</li>
<li>Desain Multikasus Terjalin : yaitu terdiri dari beberapa kasus dan beberapa unit analisis</li>
</ul>
<p style="text-align: right;"><strong>Deni Andriana</strong></p>
<p style="text-align: left;"><em>Sumber Pustaka :</em></p>
<ul>
<li>Yin, Robert K. 2008. <em>Studi Kasus : Desain dan Metode.</em> Jakarta : Rajawali Pers.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goyangkarawang.com/2010/02/metode-studi-kasus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

