the study of culture, media, politics and business
Definisi Kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat (2000:181) kebudayaan dengan kata dasar budaya berasal dari bahasa sangsakerta ”buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Jadi Koentjaraningrat, mendefinisikan budaya sebagai “daya budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa itu.
Koentjaraningrat juga menerangkan bahwa pada dasarnya banyak sarjana yang membedakan antara budaya dan kebudayaan, dimana budaya merupakan perkembangan majemuk budi daya, yang berati daya dari budi. Namun, pada kajian Antropologi, budaya dianggap merupakan singkatan dari kebudayaan, tidak ada perbedaan dari definsi.
In the past, Bandung was a colony of colonial plantations are left fertile cultural system that is friendly to nature, and Bandung is now a left urban consumer culture that tends not friendly to nature.
In colonial times, Bandung is a growing region. This originated from the Dutch East Indies Government efforts in covering the financial cash vacant due to the defeat in the ‘Java War’ against Prince Diponegoro. Dutch follow what the British did through the idea of Raffles, the business of creating cultivation (cultuurstelsel) to ‘the people Priangan’ of coffee, tea and other commercial crops.
Citizen journalism’s something extraordinary in the development of journalism in the world. Citizen journalism is born as a reaction from those who want to give balance to the mainstream media that has been dominating the channel information, which is sometimes the interests of media owners and capital to change the direction of news and information.
The hallmark of citizen journalism is its interactive. A citizen journalist can write something appropriate to persfektifnya thing or event. Freedom is what then makes citizen journalism into something ’sexy’ in the realm of journalism and mass media.
Analisis data dalam laporan penelitian adalah kegiatan kreatif. Tidak ada langkah-langkah yang terinci, sehingga peneliti harus mencari caranya sendiri. (Nasution, 2003:142).
Berdasarkan pemahaman diatas, maka saya memahami bahwa seorang peneliti dapat menetapkan cara-cara analisis datanya sesuai kebutuhan dan kerangka penelitiannya. Dan berikut saya berikan contohnya yang bisa dipilih :
Shattered Glass movie that tells about the journalistic activity is an example of that truth and fact it can be tweaked in the media. Because of weak verification and control of a news item or article written by a journalist.
New Republic Magazine who first published in 1914 is a medium which is the object in a film set in the United States. In 1998 the New Republic his success as a medium that is more popular than the New York Times or Washington Post.
Tips ini dulu saya baca di sebuah blog, sayangnya saya lupa lagi sumbernya. Tips ini bukan sembarang tips, perlu pengorbanan tapi asyik kalau dijalani dengan senyuman, apalagi hasilnya sangat masuk akal. Jadi, menurut beliau untuk mendapatkan trafik pengunjung yang banyak atau lumayan, minimal dalam sehari kita berkomentar di 100 blog dengan tentunya menaruh link blog kita di komentar tersebut. Keuntungannya, minimal si pemilik blog-blog tersebut melakukan kunjungan balik ke blog kita. Bonusnya komentator lain di blog tersebut pun ikut terpancing mengunjungi blog kita, apalagi kalau komentar kita berada diposisi atas, kalau kata warga kaskus sih, pertamax gan..
– Yang pastinya lagi selain dapat trafik, ada backlink juga untuk menambah pundi-pundi backlink blog kita :p
Studi Kasus Sebagai Stategi Penelitian
Studi kasus, seperti yang dirumuskan Robert K. Yin (2008;1), merupakan sebuah metode yang mengacu pada penelitian yang mempunyai unsur how dan why pada pertanyaan utama penelitiannya dan meneliti masalah-masalah kontemporer (masa kini) serta sedikitnya peluang peneliti dalam mengontrol peritiswa (kasus) yang ditelitinya.
Studi kasus merusuatu inkuiri empiris yang menyelidiki fenomena di dalam konteks kehidupan nyata, bilamana batas-batas antara fenomena dan konteks tak tampak dengan tegas, dan dimana multisumber dimanfaatkan. (Yin, 2008:18)
Studi kasus sendiri, menurut Robert K.Yin dibagi kedalam tiga tipe yakni studi kasus eksplanatoris, eksploratoris dan deskriptif. Ketiga tipe ini berdasarkan kepada jenis dan tujuan dari pertanyaan penelitian.
Peneliti menggunakan triangulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data. Dimana dalam pengertiannya triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian (Moloeng, 2004:330)
Triangulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang berbeda (Nasution, 2003:115) yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Triangulasi ini selain digunakan untuk mengecek kebenaran data juga dilakukan untuk memperkaya data. Menurut Nasution, selain itu triangulasi juga dapat berguna untuk menyelidiki validitas tafsiran peneliti terhadap data, karena itu triangulasi bersifat reflektif.
Dari hasil menyimpulkan definisi yang diajukan para pakar, dalam bukunya Metode Penelitian Kualitatif, Lexy J. Moloeng (2004:6) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
Menurut Nasution (2003:18) penelitian kualitatif disebut juga penelitian naturalistik, karena dalam peneliutian kualitatif dilakukan dalam setting latar yang lamiah atau natural.
This blog contains various articles of my personal work on my study of culture, mass media, politics, business online (sawah online) and other things that can be observed.

