Film Dokumenter Cowboys In Paradise Kuta Bali Indonesia merupakan film dokumenter buatan studara amatiran (Amit Virmani), dimana Ia adalah wisatawan mancanegera yang berkunjung untuk menikmati suasana pantai Kuta beserta fenomena-fenomenanya. Ditengah itu, Ia membuat dokumentasi hasil ekplorasinya wisatanya. Sebagaimana juga kita yang terkadang menelusuri lebih dalam sebuah tempat yang kita kunjungi, terlebih jika tempat itu jauh dan memerlukan biaya tidak sedikit untuk mengunjunginya. “Rugi dong kalau gak punya kenang-kenangan tuk diabadikan,” benak kita mungkin akan berkata demikian.

Cowboys In Paradise mencemarkan dunia pariwisata Indonesia, Cowboys In Paradise mencoreng wajah Pulau Dewata Bali, menodai kesakralan Pantai Kuta, dll.. itulah tagline yang dikedepankan dalam menanggapi film Cowboys In Paradise ini. Sesuatu yang bagi saya terlalu naïf dan terlalu lebay. Lagi-lagi ini adalah kerjaan media massa di negeri ini yang juga terkadang pada lebay!

Gigolo, prostitusi dan sejenisnya di Indonesia, di tempat-tempat wisata, objek-objek vital yang ada di Indonesia adalah bukan barang baru. Sudah jadi rahasia umum dan aparat pemerintah, penegak hukum pun tahu ini! (Dosa kalian kalau ngomong gak tahu!)

Fenomena (fakta) adanya Gigolo yang melayani turis wanita di Kuta Bali yang ditampilkan dalam film itu hanyalah segelintir dari fakta-fakta amoral yang ada di Indonesia, catat Indonesia (tidak hanya Bali dan tempat-tempat wisata ternama). Jadi, menanggapi film dokumenter itu tidak semestinya pihak-pihak di Bali dan yang katanya berkepentingan di Indonesia terlalu lebay. So, itu adalah faktanya. Mari ucapkan terimakasih pada para aktor dan studara film itu. Mereka mengantarkan kita untuk mencuci kedok kemunafikan kita. Membuat kita harus melakukan perbaikan yang sesungguhnya bisa kita lakukan sejak kemarin-kemarin dimana kemarin-kemarin pun kita tahu bahwa ini memang sebuah fakta.

Kemudian mengenai kriminalisasi terhadap si pembuat film dan tuntutan hukum kepada para pemain filmnya, lagi-lagi bagi saya ini terlalu berlebihan dan kembali super lebay. Film itu terlepas effeknya adalah sebuah karya dan sebuah karya harus diapresiasi, dibalas dengan karya juga! Jika menanggapi dengan tangan besi maka dimana seni budaya Bali itu sendiri? Dimana seni budaya Indonesia yang katanya punya ketahanan tinggi berada!? Seni budaya Indonesialah dari Sabang sampai Merauke yang harus mencounternya! Artinya disini, lawanlah dengan mengeskpos lebih banyak potensi-potensi positif dari kekayaan seni budaya dan pariwisata negeri ini kepada dunia Internasional. Masa ratusan juta potensi kita hanya kalah oleh 1 film?

Biarlah Film Gigolo Cowboys In Paradise ini menjadi sarana promosi bagi Bali. Minimal turis-turis lainnya yang belum bertandang ke Bali akan menjadi penasaran. “Oh ada gigolo cuco-cuco toh, mau dong!!” Mungkin seperti itu ujar orang-orang asing yang menonton film ini. (atau jangan2 gak ada yang nonton, kita aja di Indonesia yang lebay). Hehe.. Atau jangan-jangan ini adalah solusi berpromosi dari pihak-pihak terntentu dari tujuan-tujuan tertentu juga. Entahlah..

Download dan Tonton Film Dokumenter Cowboys In Paradise Kuta Bali di Youtube! (Disini blog ini tidak menyediakannya!) :) – Saya sendiri tadinya tidak ingin ikut mengomentari Cowboys In Paradise ini, tapi gatal juga kalau tidak menulis dan mengkaji di blog ini ya tentunya berdasarkan persfektif saya sesuai karakter blog ini, semoga menjadi bahan renungan bagi kita semua, khususnya saya pribadi!

Deni Andriana

Random Posts