Karawang (Jawa Barat) adalah kota lumbung beras, kota padi yang terhampar luas pesawahan dimana penduduknya mayoritas adalah petani. Itu dulu, tapi sekarang seiring dengan dibukanya kawasan industri, Karawang pun menjelma menjadi kota indutsri. Bahkan konon kawasan industri yang ada di Karawang adalah yang terbesar se Asia Tenggara. Pertanian VS Industri itulah yang kemudian muncul khususnya dibenak warga lokal Karawang. Faktanya banyak lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi lahan indusri atau menjadi pertokoan, perumahan dan sebagainya yang lahir dari kebutuhan untuk menunjang industri tersebut.
Ya, itulah kondisi dari Kabupaten yang terkenal dengan sebutan kota pangkal perjuangan ini (baca : peristiwa rengasdengklok 1945). Jika terus berkutat dalam masalah itu, maka habislah sudah semua energi. Simpelnya, ya kondisinya memang sudah begitu, yang dibutuhkan sekarang (khususnya dari warga lokal) adalah bangun, bangun dan bangun. Lalu, gerak, gerak dan gerak. Membaca, menemukan dan lalu memaksimalkan berbagai peluang yang ada. Salah satunya ditengah kemajuan era teknologi seperti saat ini, diantaranya internet.
Banyak peluang yang ternyata jika kita membuka mata, telinga dan insting lebih peka yang tersebar di ranah internet ini. Dan blog ini kemudian berorientasi untuk memaksimalkan segala peluang yang ada. Setidaknya ini membuktikan bahwa warga Karawang juga melek internet, bisa ikut menikamti segala manfaat yang ada didunia ‘maya’ ini.
Menjadi petani internet di sawah online itulah tagline dari blog ini. Istilah petani internet ini dulu pernah saya baca diblognya Pak De Sumitar : www.sumitar.com (makasih pak de) – lebih jauh kemudian saya artikan istilah ini sebagai profesi yang tidak jauh beda dengan petani konvensional. Kita perlu mengolah lahan terlebih dulu (membuat blog kita menarik), menebar bibit (membuat dan menyertakan program bisnis), memupuknya dan merawatnya dan kemudian memanennya. Semuanya berupa proses yang saling terkait. Seperti halnya petani pada umumnya, tidak ada yang sekejap langsung memanen. Perlu ada langkah-langkah yang perlu diikuti dengan sistematis dan konsisten. Begitupun hambatannya, banyak hama, tikus yang bisa menyerang dan menggegoti. Maka dari itu perlu juga kepekaan dan relasi yang bagus.
Terkait nama domain GoyangKarawang.Com ini, melalui blog ini sekaligus juga saya ingin sedikit banyaknya mengenalkan berbagai potensi yang ada di Kota Kelahiran saya Kabupaten Karawang. Tentang potensi pertaniannya, seni budaya, alamnya dsb. Lebih dari itu, blog GoyangKarawang ini selain menjadi tempat ekpresi saya dalam belajar dan mengaplikasikan ilmu yang saya dapat dibidang IT dan pertanian online. Selain itu, blog ini juga saya posisikan untuk mendukung atau menjadi satelite dari Portal Informasi Warga Karawang www.karawanginfo.com yang saya kelola bersama rekan-rekan lainnya di Karawang dengan konsep jurnalisme warga. Adapun blog pribadi dan pertama saya yakni www.deniborin.multiply.com (sejak Agustus 2006) menjadi tempat lain yang tentunya tidak akan saya tinggalkan.
Itulah sedikit prolog dari blog ini! Mari menjadi petani internet yang tetap menjaga agar sawah-sawah online kita tetap bersahabat bagi kehidupan kita, menikmati berkahnya tanpa harus merusak dan mengeksploitasinya.
Deni Andriana

This blog contains various articles of my personal work on my study of culture, mass media, politics, business, technology, blogging and other things that can be observed.
Ada kalanya sesuatu itu harus dipertanyakan.. ada saatnya memang harus juga diperlihatkan.. dinikmati, lalu dicermati.. setelah itu baru dinilai..

2 Responses to “Petani Internet Dari Karawang”
Leave a reply
Trackbacks