Pada tahun 2010 ini tepatnya di penghujung tahun nanti, masyarakat Karawang direncanakan akan memilih Bupati dan Wakil Bupati barunya untuk periode 2010-2015. Adapun rangkaiannya sendiri akan berlangsung dari pertengahan tahun. Pilbup kedua dengan sistem pemilihan langsung ini disebut-sebut akan menjadi pesta demokrasi daerah yang meriah di Karawang, mengingat ini merupakan kali kedua pilbup atau Pilkada Karawang secara langsung, dimana masyarakat telah belajar dari pilbup langsung sebelumnya. Dengan kata lain, jika pada pilbup langsung pertama pada tahun 2005 masyarakat masih beradaptasi maka di Pilbup Karawang 2010 ini dengan berbekal pengalaman dari pilbup sebelumnya sepertinya akan lebih meriah.

Mengenai kemeriahan dan antusiasme masyarakat tersebut sudah terjadi bahkan dari tahun 2009 lalu, setidaknya banyaknya grup di facebook mengenai pilbup ini menandakan geliat itu. Perkembangannya, terutama memasuki tahun 2010 geliat itu semakin tampak kepermukaan, nama-nama Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Karawang pun bermunculan tidak hanya di facebook atau ranah online tapi juga di lapangan (baca : darat). Dari pernyataan dimedia hingga pemasangan spanduk dan baligo hingga kunjungan-kunjungan keberbagai lokasi, sudah tampak dilakukan oleh para cabup dan wabup ini walaupun pendaftaran secara resmi belum dibuka oleh KPUD Karawang. Namun mengingat belum adanya aturan yang dikeluarkan maka kampanye seperti ini menjadi hal yang wajar. Yang menjadi tidak wajar adalah : kenapa pas mau nyalon aja ya orang-orang yang katanya ‘cinta Karawang’ ini mau turun kebawah dan sok perhatian? ehm.. pertanyaan klasik yang selalu muncul di setiap pemilihan dimanapun di negeri ini.

Menjadi sebuah harapan bagi saya pribadi agar pemilihan bupati dan wakil bupati Karawang 2010 ini untuk tidak hanya menjadi sebuah pesta semata, tidak hanya menjadi pesta demokrasi 5 tahunan di Karawang, atau tidak hanya sebuah ritual politik sesaat, tapi diharapkan menjadi sebuah jembatan untuk menghasilkan Bupati dan Wakil Bupati Karawang terpilih untuk memimpin Karawang dari 2010-2015 menjadi lebih baik.

Untuk itu, adalah ditangan masyarakat Karawang sendirilah nasib Karawang kedepannya akan diawali. Oleh karena itu, saya sebagai salah seorang warga Karawang mengajak khususnya pada diri saya sendiri dan warga Karawang lainnya untuk memilih calon bupati yang :

  1. Tidak hanya berdasarkan curiculum vittae yang disodorkan oleh para calon, tapi melihat sejauh mana si calon tersebut sudah berkontribusi untuk Karawang selama ini, sekecil apapun kontribusi tersebut. Jadi, kita bisa menilai apakah dia hanya akan mengabdi kalau dapat jabatan atau tidak. Kalau mau berkontribusi pas dapat jabatan doang, maka kita bisa menilai bahwa jabatan baginya lebih penting dari sebuah pengabdian.
  2. Mempelajari dengan baik apakah calon tersebut mempunyai catatan yang bersih atau tidak, baik secara hukum negara maupun hukum moral. Ini menjadi hal yang penting karena reputasi yang bersangkutan menjadi ukuran yang bisa kita lihat dibanding janji-janji.
  3. Adapun visi misi calon saya tempatkan pada urutan 3. Karena visi misi ini masih berupa janji yang tidak bisa diukur sebelum dia menjabat. Ya namanya juga janji, mana ada sih calon yang menjanjikan sesuatu yang buruk.

Tulisan ini adalah sharing saya pribadi sebagai salah seorang warga Karawang, yang kebetulan memiliki blog sebagai tempat mencurahkan pikiran, ide dan unek-unek. Tidak mengatasnamakan siapapun. Jadi, biarlah kemudian catatan saya ini menjadi saksi bagi saya pribadi apakah Bupati dan Wakil Bupati Karawang terpilih nanti adalah sosok yang mampu membawa perubahan yang positif bagi Karawang atau justu sebaliknya.

Deni Andriana

Related Articles