Studi Kasus Sebagai Stategi Penelitian

Studi kasus, seperti yang dirumuskan Robert K. Yin (2008;1), merupakan sebuah metode yang mengacu pada penelitian yang mempunyai unsur how dan why pada pertanyaan utama penelitiannya dan meneliti masalah-masalah kontemporer (masa kini) serta sedikitnya peluang peneliti dalam mengontrol peritiswa (kasus) yang ditelitinya.

Studi kasus merusuatu inkuiri empiris yang menyelidiki fenomena di dalam konteks kehidupan nyata, bilamana batas-batas antara fenomena dan konteks tak tampak dengan tegas, dan dimana multisumber dimanfaatkan. (Yin, 2008:18)

Studi kasus sendiri, menurut Robert K.Yin dibagi kedalam tiga tipe yakni studi kasus eksplanatoris, eksploratoris dan deskriptif. Ketiga tipe ini berdasarkan kepada jenis dan tujuan dari pertanyaan penelitian.

Lebih lanjut, K. Yin Menjelaskan bahwa studi kasus memungkinkan peneliti untuk mempertahankan karakteristik holistik dan bermakna dari peristiwa-peristiwa kehidupan nyata seperti sirklus kehidupan nyata. Penjelasan ini menjadi landasan bahwa studi kasus memiliki karakteristik penelitian kualitatif dimana adanya latar alamiah.

Studi kasus memiliki perbedaan dengan strategi penelitian lainnya seperti metode historis ataupun eksperimen. Adapun perbedaannya dapat dilihat pada table dibawah ini:

Perbedaan Studi Kasus dengan Metode Lainnya

Strategi Bentuk pertanyaan penelitian Membutuhkan kontrol terhadap peristiwa Fokus terhadap peristiwa kontemporer
Eksperimen Survei Bagaimana, mengapa ya ya
Analisis Arsip (mis.dlm.std.ekon) Siapa, apa, dimana, berapa banyak tidak ya
Histori Bagaimana, mengapa tidak ya/tidak
Studi Kasus Bagaimana, mengapa tidak ya

Sumber: K.Yin (2008:8)

Desain Studi Kasus

1. Desain Kasus Tunggal

K. Yin mengatakan bahwa rasional untuk kasus tunggal adalah bilamana desain studi kasus tunggal bisa dibenarkan dalam kondisi-kondisi sebagai berikut :

  • Kasus tersebut mengetengahkan suatu uji penting tentang teori yang penting
  • Merupakan suatu peristiwa yang langka atau unik
  • Bertujuan dengan tujuan penyingkapan

Desain kasus tunggal berdasarkan unit analisisnya dibagi kedalam dua macam, diantaranya :

  • Desain studi kasus tunggal holistik : yaitu jika hanya dalam satu kasus yang diteliti hanya menganalisis sebuah persoalan pokok dimana tidak bisa diindentifikasikan kedalam sub-sub lainnya.
  • Desain studi kasus tunggal terjalin : menggunakan unit multi analisis

2. Desain Multikasus

Desain multikasus berdasarkan unit analisisnya dibagi kedalam dua macam, diantaranya :

  • Desain Multikasus Holistik : yaitu terdiri dari beberapa kasus namun hanya satu hal yang diteliti
  • Desain Multikasus Terjalin : yaitu terdiri dari beberapa kasus dan beberapa unit analisis

Deni Andriana

Sumber Pustaka :

  • Yin, Robert K. 2008. Studi Kasus : Desain dan Metode. Jakarta : Rajawali Pers.

Komentar via Facebook